Tamang, Bini, Kakek dan Nenek

Dalam bahasa Indonesia, orang tua dari ayah dan ibu kita disebut kakek (untuk laki-laki) dan nenek (untuk perempuan). Tidak demikian panggilan itu pada masyarakat tempat saya lahir, yakni Kaur. Bagi masyarakat Kaur Tengah dan Kaur Selatan yang memiliki satu bahasa, sebutan bagi keduanya adalah Tamang dan Bini. Akan tetapi, panggilan ini menyesuaikan dengan jenis kelamin si cucu, apakah laki-laki ataukah perempuan.

Read more »

Bicara Pariwisata, Bicara Fakta Tentang Bengkulu Tercinta

ole: Sev Pascal

Pantai yang damai, danau yang memukau
Keadaanmu tak seindah panoramamu

Ketika rekan saya yang baru datang dari Pulau Jawa berkunjung ke daerah-daerah pariwisata di Bengkulu seperti Pantai panjang, Danau dendam, Tapak paderi dan lain sebagainya, dia merasa benar-benar takjub melihat pemandangan alam Bengkulu ini yang masih begitu asri dan menentramkan dan mempunyai ciri khas sendiri yang berbeda dari tempat-tempat sejenisnya di tanah air.

Read more »

Menjadi yang Pertama

oleh: HermanĀ 

Kemarin, saya melihat petunjuk waktu lampu lalu lintas di perempatan Taman Mini Indonesia Indah, pertigaan jalan Raya Bogor dari arah Taman Mini, dan di perempatan Cawang dekat kampus UKI. Mungkin karena baru dipasang, di perempatan Taman Mini ternyata petunjuk waktu yang seharusnya menyala dan memperlihatkan satuan detik yang terhitung mundur untuk penanda lampu hijau dan lampu merah menyala, hari ini hanya terlihat garis lurus berjajar sebanyak 3 garis (menunjukkan angka 3 digit). Kalau lampu menyala berwarna merah, yang telihat hanya tiga garis berwarna merah. Begitu pun dengan lampu yang berwarna hijau.

Di kota Bengkulu, penunjuk waktu itu telah lebih dulu ada. Meski menurut saya, jalanan Jakarta yang begitu ramai dan selalu macet lebih membutuhkan penunjuk waktu digital itu. Bukan berarti di Bengkulu tidak perlu ada alat itu, namun kelihatannya Bengkulu selalu ingin nomor satu dalam ketertiban lalu lintas. Sekitar tahun 1996, semua pengendara sepeda motor di Bengkulu telah diwajibkan mengenakan helm standar. Tentunya helm standar ini untuk perlindungan pengendara sendiri ketika mengalami kecelakaan. Kalau tidak salah ingat, karena termasuk daerah pertama dalam penerapan aturan tersebut, Bengkulu mendapat penghargaan sebagai kota tertib lalu lintas.

Read more »

Nama-nama daerah yang aneh

oleh: Herman

Di Bengkulu, ada beberapa nama daerah, baik nama kecamatan, desa maupun kelurahan yang aneh. Dianggap aneh karena kalau diasosikan dengan “yang lain” memang “tidak nyambung”. Keanehan ini pernah dimuat di kolom sungguh-sungguh terjadi Koran Kedaulatan Rakyat akhir tahun 2000 lalu. Berikut ini nama-nama daerah yang aneh itu:

1. Air Sebakul (air sumur melimpah, tidak sampai hanya tinggal satu bakul atau besek dalam bahasa Jawa)
2. Kebun Keling (tidak sekumpulan orang kulit hitam di daerah ini, yang ada kulit agak gelap karena suka main ke daerah pantai yang tidak jauh dari sini)
3. Kebun Ros (tidak ada kebun bunga mawar secara khusus di sini)
4. Sukamerindu (mungkin dulu orang-orang yang tinggal di daerah ini merindukan sesuatu secara beramai ramai)
Read more »

Penunjuk Waktu di Simpang Limo

oleh: Herman

Di setiap lampu lalu lintas (traffic light) di Simpang Limo kota Bengkulu saat ini dipasangi penunjuk waktu. Bentuknya seperti digital watch, dan dipasang persis di sebelah lampu lalu lintas itu. Penunjuk waktu ini secara pasti memberitahu para pengendara kapan ia harus berhenti karena lampu merah menyala, juga kapan ia harus menjalankan kendaraannya karena yang menyala telah berganti lampu hijau.

Jika berada di Simpang Limo, kendaraan Anda berhenti karena lampu merah, Anda tinggal melihat ke penunjuk waktu: 156, 155, …, 0. Setelah terlihat angka 0, itu artinya kendaraan sudah bisa melaju kembali. Demikian juga dengan lampu hijau: 30, 29, …, 0.

Read more »

Gulai Rebung Asam Ikan Laut

oleh: Endah


Bosan dengan masakan rebung yang biasa, mungkin anda perlu mencoba resep masakan dari Kota Manna Bengkulu. Dijamin rasa pedas dan segarnya ikan laut membuat anda ketagihan… yummy!

Bahan-bahan :
Rebung Asam (rebung yang sudah rendam minimal 3 hari)
1/2 kg Ikan laut
6 siung bawang merah
2 butir bawang putih
cabe merah keriting yang sudah dihaluskan Ā½ sendok makan (atau sesuai selera)
jahe 1 ruas ibu jari
laos 2 ruas jari
kunyit 1/2 ruas jari
serai 1 batang memarkan
santan dari 1 butir kelapa
garam
penyedap rasa

Read more »

Simpang Limo

oleh: Herman

Simpang Limo merupakan sebuah weblog yang berusaha mencatat sejarah, legenda atau cerita rakyat, pengalaman, dan juga kesan-kesan bagi siapa saja terhadap Bengkulu. Weblog ini berusaha menuliskan sejarah daerah ini, sekaligus sebagai upaya untuk pelestarian budaya yang ada.

Simpang Limo terdapat di tengah-tengah kota Bengkulu, ibukota Propinsi Bengkulu. Siapapun yang pernah tinggal di Bengkulu atau hanya sekedar mampir berkunjung ke Bengkulu, biasanya mengenal atau setidaknya pernah mendengar Simpang Limo ini. Pertama, jalan bernama jalan Suprapto. Sepanjang jalan ini merupakan pusat pertokoan, pusat ekonomi, sehingga layak disebut sebagai pusat kota Bengkulu itu sendiri.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.